Panduan Lengkap Cara Menanam Sawi Semi Organik

Posted on

Cara Menanam Sawi Semi Organik – Sebelum mempelajari cara menanam sawi semi organik, ada baiknya kita memahami apa itu sawi, apa saja kandungan yang ada dalam sawi dan di tempat mana saja sawi dapat tumbuh dengan baik. Sawi atau Caisin (Brassica sinensis L.) termasuk dalam keluarga  Brassicaceae. Tanaman satu ini memiliki daun yang halus, panjang, tidak memiliki krop, serta tidak berbulu. Kandungan vitamin dan asam askorbat dalam sawi juga sangat tinggi. Vitamin yang banyak terdapat dalam sawi adalah pro Vitamin A.

panduan lengkap cara menanam sawi semi organik 2
Sumber foto: https://www.healthbenefitstimes.com

Baca Juga : Panduan Lengkap Cara Tanam Sawi Organik di Polybag dan Pekarangan Rumah

Baca Juga: Cara Mudah Budidaya Melon dengan Polybag

Sawi pun dapat tumbuh di berbagai tempat, baik di tempat yang panas ataupun di daerah yang bersuhu dingin. Oleh karena itu, sawi dapat dibudidayakan di dataran tinggi dan dataran rendah. Akan tetapi, budidaya sawi memang lebih baik dilakukan di daerah dataran tinggi. Di Indonesia, rata-rata budidaya sawi dilakukan didaerah dengan ketinggian 100 hingga 500 meter di atas permukaan laut. Selain ketinggian, yang perlu diperhatikan adalah kondisi tanah. Kondisi tanah yang baik untuk budidaya sawi adalah di tanah gembur, dengan drainase yang baik serta mengandung humus dan subur.

Baca Juga : Cara Menanam Singkong dan Ketela Pohon dengan Benar

Setelah mengetahui nama, kandungan dan di tempat mana saja sawi dapat tumbuh dengan baik, barulah kita akan mempelajari cara menanam sawi semi organik. Cara menanam sawi semi organik sebenarnya tidak terlalu sulit. Agar lebih mudah dalam memahami cara menanam sawi semi organik, silahkan baca urutan-urutan berikut ini.

  1. Benih

Dalam memahami cara menanam sawi semi organik, pertama-tama yang harus anda perhatikan adalah benih. Kebutuhan benih sawi untuk satu hektar tanah paling tidak adalah 650 gram. Apabila benih sawi adalah hasil menanam sendiri, maka tanaman harus memiliki umur di atas 70 hari serta tidak boleh digunakan melebihi tiga tahun.

  1. Persemaian/Pembibitan

Tahapan kedua dalam memahami cara menanam sawi semi organik adalah tahapan persemaian atau pembibitan. Perlu dicatat bahwa benih sawi yang akan disebar haruslah direndam dahulu dalam larutan Previcur N. Larutan ini harus dengan konsentrasi sekitar 0,1 %. Proses perendaman ini kurang lebih dapat dilakukan selama 2 jam.

Baca Juga : Tips Mudah Menanam Pohon Kiwi

Setelah itu, barulah sebar benih secara merata dalam bedengan persemaian. Media semai bisa menggunakan yang berukuran kurang lebih 7 cm. Media semai ini biasanya dibuat dari pupuk tanah dan pupuk kandang yang telah dihaluskan. Biasanya perbandingan antara kedua pupuk ini adalah 1 : 1. Setelah itu, siramlah. Setelah anda menyiraminya, silahkan anda tutup dengan media semai. Setelah itu, tutuplah dengan karung goni atau daun pisang selama kurang lebih 2 hingga 3 hari. Sebagai catatan, bedengan persemaian ini sebaiknya diberi naungan.

  1. Persiapan Lahan.
Baca ini:  5 Tips Sederhana Agar Pohon Mangga Berbuah Cepat

Tahapan ketiga cara menanam sawi semi organik adalah tahapan persiapan lahan. Cangkullah lahan terlebih dahulu. Jangan terlalu dalam dalam mencangkul. Cangkullah kira-kira sedalam 20 hingga 30 cm. Hal ini untuk membuat tanah menjadi gembur. Setelah itu, silahkan anda membuat bedengan dengan membujur. Arah bujur bedengan ini juga tidak boleh sembarangan. Arah bujur bedengan yang benar adalah dari barat ke timur agar nantinya tanaman sawi bisa mendapatkan cahaya dengan maksimal.

panduan lengkap cara menanam sawi semi organik 3
Sumber foto: https://www.doctorshealthpress.com

Selain arah bujur bedengan, yang perlu anda perhatikan juga adalah lebar bedengan. 100 cm adalah lebar ideal untuk bedengan. Sedangkan, tinggi ideal bedengan adalah 30 cm. Sedangkan, panjangnya bisa anda sesuaikan dengan luas lahan yang anda miliki. Selain itu, jarak antar bedengan juga perlu diperhatikan. Jarak ideal antar bedengan kurang lebih adalah sekitar 30 cm.

  1.  Pemupukan.

Tahapan keempat cara menanam sawi semi organik adalah tahap pemupukan. Pemberian pupuk tidak hanya diberikan setelah sawi tertanam. Anda perlu memberikan pupuk dasar sebelum menanam. Idealnya, pemberian pupuk dasar ini dilakukan 3 hari sebelum tanam. Anda bisa memberikan pupuk dasar ini dengan pupuk dari kotoran ayam. Untuk pupuk dari kotoran ayam, idealnya setiap hektar lahan adalah 20.000 kg atau 20 ton pupuk kotoran ayam. Selain pupuk kotoran ayam, anda juga bisa memberikan pupuk kompos organik dari hasil fermentasi sebagai pupuk dasarnya. Misalnya saja kotoran ayam yang telah difermentasi. Idealnya, apabila anda menggunakan pupuk kompos organik, setiap M2 lahan membutuhkan paling tidak 4 kg pupuk kompos organik.

Setelah itu, barulah anda bisa menanam bakal calon bibit sawi anda. Setelah tanaman bakal calon bibit sawi berumur kira-kira 14 hari, silahkan anda melakukan pemupukan kembali. Pemupukan susulan ini bisa dengan menggunakan pupuk Urea dengan takaran setiap hektar lahan diberikan 150 kg pupuk Urea. Sebagai tambahan, agar lebih merata, anda bisa mengaduk pupuk organik dengan pupuk urea ini. Pupuk campuran ini bisa anda sebarkan secara larikan di samping tanaman. Apabila masih dirasa kurang, anda bisa menambahkan pupuk cair sebanyak kurang lebih 3 liter per hektar lahan ketika tanaman sudah berumur antara 10 hingga 20 hari.

  1. Penanaman.
Baca ini:  Teknik Vertikultur Cara Unik Menanam Tanaman di Rumah

Tahapan kelima cara menanam sawi semi organik adalah tahap penanaman. Setelah bibit sawi anda berumur kira-kira 2 hingga 3 minggu usai proses semai, silahkan anda membuat lubang-lubang di lahan anda dengan jarak 20 x 20 untuk nantinya ditanami bibit sawi anda. Apabila nantinya anda menemukan bibit yang mati atau tidak tumbuh, silahkan anda melakukan penyulaman. Caranya adalah dengan mengganti bibit sawi yang telah mati dengan bibit sawi yang baru.

  1. Pemeliharaan.

Tahapan keenam cara menanam sawi semi organik adalah tahap pemeliharaan. Dalam tahap ini, yang perlu diperhatikan adalah masalah pengairan. Jika anda menanam sawi di musim kemarau dan kekuarangan air, silahkan lakukanlah penyiraman. Proses penyiraman ini harus dilakukan secara berkelanjutan, yakni dari awal masa tanam hingga panen.

Lakukanlah penyiangan sesuai dengan kondisi gulma. Biasanya, proses penyiangan ini dilakukan dua kali. Sebagai tambahan, apabila penyiangan saja dirasa kurang, anda bisa juga melakukan pengguludan dan penggemburan saat proses penyiangan.

  1. Pengendalian Organisme Penggangu Tanaman (OPT)

Tahapan ketujuh cara menanam sawi semi organik adalah tahap pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Dalam tahap ini, yang perlu anda perhatikan adalah drainase dan sanitasi lahan. Sebab, dua hal ini juga sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit dan hama tanaman. Tanaman penganggu sawi yang paling utama biasanya adalah ulat.

Apabila anda terbiasa dengan pestisida, jangan menggunakan sembarang pestisida. Gunakanlah pestisida yang mudah terurai dan aman. Pestisida yang aman biasanya berupa pestisida nabati, pestisida biologi atau pestisida piretroid sinetik. Selain pemilihan pestisida yang aman, anda juga harus berhati-hati dalam menggunakan pestisida. Gunakanlah pestisida dengan benar. Perhatikan dosis, jenis, cara aplikasi, waktu aplikasi, interval aplikasi, volume semprot pestisida yang akan anda gunakan.

  1. Panen
Baca ini:  Cara Mudah Budidaya Melon Dengan Polybag

Tahapan ketujuh cara menanam sawi semi organik adalah tahap panen. Nah, ini yang ditunggu-tunggu. Setelah sekian lama menanam dan mengolah, proses panen adalah proses yang selalu dinanti-nanti. Akan tetapi, memanen sawi juga tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Proses memanen sawi dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, memanen sawi dengan cara mencabut seluruh tanaman hingga akar-akarnya. Kedua, memanen sawi dengan memotong bagian pangkal batang. Pangkal batang ini tepat berada di atas tanah. Sebelum memanen sawi, silahkan anda perhatikan dahulu warna, ukuran dan bentuk daun sawi yang hendak anda panen. Biasanya, umur sawi yang siap panen kurang lebih adalah 40 hari setelah penanaman.

panduan lengkap cara menanam sawi semi organik
Sumber foto: http://www.foodofy.com
  1. Pasca Panen

Weit, kalau sudah panen, jangan senang dulu. Proses menanam sawi organik belum selesai. Masih ada proses pasca panen. Proses pasca panen sawi ini sangat penting agar kualitas sawi tetap terjaga. Setelah memanen, jangan menaruh sawi di sembarang tempat. Silahkan anda menaruh sawi yang telah dipanen di tempat yang teduh. Selain itu, anda juga perlu memerciki sawi hasil panenan ini agar tidak cepat layu. Setelah itu, silahkan anda menyortir tanaman sawi. Silahkan anda pisahkan tanaman sawi yang busuk, tua dan sakit dengan tanaman sawi yang baik dan segar. Anda bisa menyimpan sawi yang telah anda sortir ini wadah karton, atau wadah plastik, atau di keranjang bambu yang memiliki lubang-lubang ini. Lubang-lubang ini sangat bergunua untuk menjaga sirkulasi udara agar sawi tetap segar. (Klikpintar)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *