Panduan Lengkap Menanam Sawi Organik di Polybag dan Pekarangan Rumah

Posted on

Kali ini klikpintar akan menyajikan panduan lengkap cara menanam sawi organik. Akan tetapi, sebelum belajar menanam sawi, kita perlu mengenal lebih dahulu apa saja jenis-jenis sawi.

Cara Menanam Sawi Organik – Tanah Indonesia yang subur membuat berbagai macam tanaman dan sayuran bisa tumbuh baik. Termasuk diantara sayuran yang banyak ditanam di Indonesia adalah sawi atau caisim. Banyak orang Indonesia yang menanam sawi atau caisim ini mengingat permintaan akan sayuran satu ini juga terbilang lumayan tinggi di Indonesia. Budidaya sawi di Indonesia sangat menjamur karena prospek bisnis sawi juga lumayan menggiurkan.  Budidaya sawi ini banyak kita temukan terutama di daerah dataran tinggi di Indonesia. Sebab, sawi memang cocok untuk dibudidayakan di dataran tinggi. Meskipun bisa dibudidayakan di dataran rendah.

Baca Juga : Panduan Lengkap Cara Tanam Sawi Semi Organik

Akan tetapi, sayangnya, belum banyak orang yang mengetahui cara menanam sawi. Tidak terkecuali sawi organik. Oleh karena itu, kali ini klikpintar akan menyajikan panduan lengkap cara menanam sawi organik. Akan tetapi, sebelum belajar menanam sawi, kita perlu mengenal lebih dahulu apa saja jenis-jenis sawi.

Jenis-Jenis Sawi

Di Indonesia, paling tidak ada 3 jenis sawi atau caisim yang dikenal luas oleh masyarakat. Ketiga jenis sawi tersebut adalah sawi hijau, sawi putih dan sawi huma.

panduan lengkap cara menanam sawi semi organik
Sumber foto: http://www.foodofy.com
  • Sawi Hijau  yang bernama latin Brassica juncca

Sawi hijau adalah jenis sawi yang memiliki daun yang cukup besar. Sawi hijau ini biasanya tumbuh di tanah yang kering. Sawi jenis ini rasanya lebih tajam ketimbang yang lain. Umumnya, sawi hijau banyak digunakan oleh orang-orang Tionghoa sebagai asinan untuk makanan konsumsi mereka sehari-hari.

Baca Juga : Inilah 5 Manfaat Daun Ganja untuk Kesehatan

  • Sawi Putih yang bernama latin Brassica rugosa

Sawi putih lebih dikenal sebagai sawi Cina. Sebab, memang sawi putih lebih banyak ditemukan dalam olahan masakan Tionghoa. Sawi jenis ini disebut sebagai sawi putih karena memiliki daun yang berwarna kuning pucat dengan tangkai daun yang berwarna putih.

Baca Juga : Cara Menanam Bunga Tulip dan Faktanya

  • Sawi Huma (Brassica juncea)

Sawi huma memiliki ciri utama daun yang sempit serta memiliki batang yang panjang. Sawi huma ini biasanya mudah diserang ulat serta tidak tahan dengan hujan. Sawi jenis ini biasanya berbulu dan memiliki rasa yang lumayan tajam. Untuk cara menanam sawi huma sebenarnya tidak banyak berbeda dengan menanam sawi atau sayuran pada umumnya.

Cara Menanam Sawi Organik

Secara umum, menanam sawi dapat dilakukan dengan dua cara yakni tumpang sari dan monokultur. Untuk cara menanam sawi organik dengan cara tumpang sari, tanaman yang biasanya dijadikan partner tumpang sarinya adalah wortel, bayam, kangkung darat atau daun bawang. Sedangkan, dari sisi penanaman benih sawi, juga terdapat dua cara. Ada yang menanam benih sawi secara langsung, ada pula yang melalui proses pembibitan sawi terlebih dahulu.

Baca Juga : Teknik Vertikultur Cara Unik Menanam Tanaman di Rumah

Secara umum, ditinjau dari segi lahan, cara menanam sawi organik dapat dibagi menjadi tiga bagian. Pertama adalah menanam sawi organik di lahan luas atau sawah. Kedua, menanam sawi organik di polybag. Ketiga, menanam sawi organik di pekarangan rumah atau halaman. Kali ini, klikpintar akan membahas menanam sawi organik di pekarangan rumah atau halaman serta menanam sawi organik di polybag.

Baca ini:  Tips Mudah Cara Menanam Cabe Yang Baik dan Benar

Cara Menanam Sawi Organik di Pekarangan Rumah

Alat dan Bahan untuk Menanam Sawi Organik di Pekarangan Rumah

panduan lengkap cara menanam sawi semi organik 2
Sumber foto: https://www.healthbenefitstimes.com

Halaman atau pekarangan rumah yang kosong dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran keperluan sehari-hari. Salah satunya adalah menanam sawi organik. Selain mudah, menanam sawi organik juga dapat dikatakan lebih cepat untuk dipanen ketimbang sayuran lainnya. Berikut alat dan bahan untuk menanam sawi organik di pekarangan rumah:

  • Benih sawi organik bisa anda pilih sesuai keinginan. Bisa sawi hijau, sawi putih atau sawi huma. Benih sawi organik ini bisa anda dapatkan di toko pertanian. Sebagai catatan, alangkah lebih baik kalau anda membeli benih sawi organik yang masih dalam kemasan utuh. Jangan lupa untuk mengecek tanggal kadaluarsa yang ada dalam kemasan benih sawi tersebut.
  • Selain benih, anda juga perlu menyiapkan pupuk untuk tanaman sawi organik anda. Karena ini sawi organik, maka pupuk yang harus anda siapkan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos. Anda bisa membuat pupuk kompos atau pupuk kandang ini sendiri. Akan tetapi, apabila anda tidak sempat membuatnya sendiri, anda bisa membelinya di toko pertanian.
  • Siapkan pula plastik. Ukuran plastik ini harus panjang. Plastik ini nantinya akan digunakan untuk memayungi sawi organik anda yang baru tumbuh agar bisa tumbuh dengan baik.
  • Alat kebun seperti cangkul dan lain sebagainya.

Cara Menanam Sawi Organik di Pekarangan Rumah
Sawi adalah jenis sayuran yang membutuhkan banyak air. Sawi tidak akan tumbuh dengan baik di musim kering. Oleh karena itu, menanam sawi organik lebih baik dilakukan saat sedang musim hujan. Ikutilah langkah berikut ini untuk menanam sawi organik di pekarangan rumah:

  1. Pertama-tama, yang harus anda lakukan adalah mencangkul tanah pekarangan yang hendak anda tanami agar tanah menjadi gembur.  Setelah itu, silahkan anda membuat gundukan atau bedengan di tanah yang hendak anda tenami. Setelah itu, tebar pupuk organik atau pupuk kompos atau bisa juga pupuk lainnya di atas tanah tersebut. Idealnya, untuk satu meter persegi, pupuk yang ditebar adalah satu kilogram. Setelah itu, jangan diapa-apakan dahulu. Biarkan selama kurang lebih dua hari. Setelah dua hari, anda baru bisa menanaminya.
  2. Anda ingin proses perkecambahan bibit cepat? Silahkan anda rendam benih sawi kira-kira semalam di air hangat. Hal ini akan sangat membantu dalam mempercepat proses perkecambahan benih sawi tersebut. Setelah itu, silahkan anda terbarkan benih sawi yang telah anda rendam. Idealnya, satu atau dua benih diberi jarak dengan lainnya sekitar 20 cm. Setelah itu, silahkan anda tutup benih yang telah anda terbarkan tersebut dengan tanah tipis. Setelah itu, silahkan anda menyiraminya dengan air. Kemudian, silahkan anda membuat naungan yang terbuat dari plastik untuk kemudian ditaruh diatas benih tersebut. Guna dari plastik ini adalah untuk melindungi benih sawi yang baru saja anda semai dari terpaan hujan dan angin. Sebagai catatan, sore hari adalah waktu yang paling tepat untuk proses tebar benih ini.
  3. Biarkan benih sawi tersebut tetap dalam naungan plastik hingga benih sawi tersebut tumbuh dan memiliki akar yang kuat dan memiliki beberapa daun. Setelah itu, silahkan buka naungan dari plastik tersebut. Gunanya adalah agar benih sawi yang telah tumbuh ini mendapatkan asupan cahaya matahari yang cukup. Setelah itu, setiap pagi dan sore hari, silahkan anda siram benih sawi yang telah tumbuh ini dengan pupuk organik. Proses penyiraman pupuk ini jangan dilakukan setiap hari. Cukup laukan setiap seminggu sekali saja.
  4. Silahkan anda menggunakan pestisida apabila tanaman sawi anda diserang hama atau penyakit. Tapi ingat, gunakan pestisida yang berbahan alami. Hal ini agar tanaman sawi tidak terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia. Biasanya, dalam dua hingga tiga bulan, anda sudah bisa memanen sawi anda dan siap untuk anda masak atau pasarkan.
Baca ini:  Langkah - Langkah Cara Cangkok Tanaman Dengan Benar
Cara Menanam Sawi Organik di Polybag

Alat dan Bahan untuk Menanam Sawi Organik di Polybag

cara menanam sawi organik di polybag
Sumber foto: https://www.pinterest.com

Sebelum anda menanam sawi organik di polybag, anda perlu menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan. Berikut alat dan bahan yang diperlukan untuk menanam sawi organik di polybag:

  • Sipkan benih sawi. Ingat jangan sembarang benih sawi yang anda siapkan. Siapkan benih sawi dengan kualitas terbaik. Anda bisa memilih varietas benih sawi sesuai keinginan anda. Sebaiknya, anda membeli benih sawi ini di toko pertanian. Namun, pastikan dahulu bahwa benih sawi yang anda beli masih dalam kemasan yang utuh. Biasanya, benih sawi yang memiliki kualitas yang baik adalah yang memiliki warna coklat kehitaman, berbentuk bulat, serta mengkilat. Terakhir, yang masih terbungkus dalam aluminium foil.
  • Karena dalam hal ini anda hendak menanam sawi organik di polybag, maka anda perlu menyiapkan tanah. Tanah yang anda siapkan harus bertekstur gembur dan pastikan bahwa tanah yang anda siapkan ini mempunyai kandungan humus yang tinggi. Ukurlah pH tanah yang telah anda siapkan ini sebelum menanam. pH ideal untuk menanam sawi adalah di angka antara 6 hingga 7.
  • Jangan lupa, siapkan polybag. Bagaimana bisa menanam sawi organik di polybag kalau tidak ada polybag bukan? Pilih polybag yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Idealnya, ukuran polybag yang cocok dalam hal ini adalah yang memiliki diameter antara 15 – 30 cm. Polybag inilah yang akan menjadi media tanam nantinya.
  • Jangan lupa pula untuk menyiapkan pupuk kandang atau pupuk kompos. Pupuk kandang atau pupuk kompos ini bisa anda buat sendiri dengan menggunakan bahan kotoran hewan atau sampah organik rumah tangga. Namun, apabila anda tidak memiliki waktu yang cukup untuk membuat pupuk kompos sendiri, anda bisa membelinya di toko pertanian.
  • Terakhir, siapkan alat perkebunan seperti sekop dan lainnya.
Baca ini:  8 Manfaat Pohon Kelapa yang Sering Kita Jumpai Tiap Hari

Cara Menanam Sawi Organik di Polybag

Setelah semuanya sudah anda siapkan, barulah anda bisa mulai menanam sawi organik anda. Proses menanam sawi organik di polybag ini dimulai dari menyemai benih sawi hingga menjadi bibit. Ikuti langkah-langkah berikut ini:

Setelah alat dan bahan telah siap, tahap penanaman dapat dimulai dengan menyemai benih sawi hijau hingga menjadi siap panen. Untuk lebih jelasnya simak langkahnya berikut ini :

  1. Pertama-tama, campurkan tanah dan pupuk yang telah anda siapkan kemudian masukkan ke polybag. Perbandingan ideal antara pupuk dan tanah ini adalah 50 : 50. Jangan lupa untuk membuat lubang di bagian tengah polybag. Setelah itu, silahkan masukkan benih sawi yang telah anda siapkan ke polybag yang telah anda isi tanah yang telah anda campur dengan pupuk. Satu polybag untuk satu benih. Pastikan bahwa benih yang anda masukkan ke polybag yang telah terisi dengan tanah dan pupuk ini terbenam. Setelah itu, siramilah benih sawi ini selama beberapa minggu secara teratur. Silahkan lakukan proses penyiraman ini hingga bibit mulai tumbuh dan mempunyai beberapa helai daun.
  2. Setelah bibit sawi tumbuh dan memiliki beberapa helai daun, silahkan pindahkan ke polybag baru yang telah terisi dengan tanah yang telah dicampur pupuk. Jangan lupa untuk membuat beberapa lubang di polybag. Anda boleh menanam dua sampai tiga bibit di masing-masing polybag. Setelah itu, siramilah setiap hari secara teratur. Jangan lupa untuk menambahkan pupuk setiap seminggu sekali.
  3. Setelah itu, silahkan anda menyirami sawi ini. Jangan lupa pula untuk memberinya pupuk secara teratur. Apabila tanaman sawi ini terserang hama, jangan menggunakan pestisida berbahan kimia untuk menanggulanginya. Gunakanlah pestisida organik agar sawi organik anda terhindar dari bahan-bahan kimiawi.
  4. Idealnya, dalam dua hingga tiga bulan, anda sudah bisa memanen sawi organik anda ini. Silahkan cabut seluruh batang hingga ke akar-akarnya. Bila tidak berkenan dengan cara demikian, anda bisa memotong daunnya saja. Cara yang kedua ini sangat berguna agar sawi dapat tumbuh kembali tanpa harus menanamnya lagi.

Bagaimana? Cukup mudah bukan cara menanam sawi organik di pekarangan rumah dan polybag? Selamat mencoba!

(Klikpintar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *