Solusi Seputar Pernikahan Beda Agama

Posted on

KlikPintar – Pernikahan Beda Agama. Sebenarnya masalah seputar pernikahan beda agama adalah masalah yang klasik dan menjadi perbincangan yang cukup lama. Terjadi pro dan kontra terhadap masalah ini, ada yang membolehkan dengan bersyarat dan ada yang tegas mengharamkannya. Pernikahan beda agama bukanlah perkara kecil, juga bukanlah perkara yang besar. Pernikahan beda agama kerap menimbulkan masalah pada internal keluarga nantinya. Oleh karena itu pikirlah matang-matang sebelum memutuskan untuk menjalani nikah beda agama.

Jika memang harus menjalani pernikahan beda agama, mari kita bahas mengenai solusi pernikahan beda agama yang akan kita pandang berdasarkan agama Islam dan Kristen/Katolik. Untuk agama lainnya tidak kita bahas karena keterbatasan referensi. Berikut ini pembahasannya.

Solusi Seputar Pernikahan Beda Agama

Nikah beda agama di Indonesia terputuskan dua keputusan oleh MUI berdasarkan musyawarah Nasional II pada tahun 1980. Keputusan pertama adalah wanita muslim yang menikahi pria non-muslim adalah haram, dan keputusan kedua adalah pria muslim yang menikahi wanita non-muslim boleh dengan bersyarat, wanita tersebut haruslah ahli-kitab (merujuk pada nasrani) karena umat Islam juga mengakui Injil sebagai kitab suci, Al-Quran mensyaratkan demikian. Namun pria muslim tidak boleh menikahi wanita Budha, Hindu dan lainnya yang bukan Ahli Kitab. Kami kurang mengetahui dan tidak membahas apakah wanita ahli kitab terdahulu apakah sama dengan yang sekarang karena ada isu terjadi revisi dalam Injil terkini, sehingga terjadi pergeseran akidah (dan apakah status wanita Ahli-Kitabnya terhapus dengan keadaan ini).

pernikahan beda agama

Wanita muslim tidak boleh menikahi pria non muslim, sedangkan pria muslim boleh menikahi wanita ahli-kitab tentunya dengan berbagai syarat yang diajukan. Izinkan kami mengutip Ust. Salim A. Fillah yang menegaskan syarat diperbolehkannya pria muslim menikahi wanita ahli-kitab, syarat tersebut adalah menakar kebaikan dan keburukan yang dihasilkan dan juga alasan jika wanita muslim sudah tidak tersedia untuk dinikahi lagi (jumlah terbatas) dan tentu wanita muslim lebih menjadi prioritas jika ada, juga dengan alasan muamalah. Tahukah anda bahwa beberapa negara di Jazirah Arab seperti Dubai memperbolehkan pernikahan beda agama, asalkan anaknya dididik secara Islam. [wp_ad_camp_2]

Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu” [Al-Maidah : 5]

Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan wanita orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) hingga mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, meskipun ia menarik hatimu…” (QS: al-Baqarah:221).

Bagaimana Dengan Kristen/Kalolik?

Sudut pandang Kristen/Katolik tentang pernikahan beda agama adalah Dalam perjanjian alam, kitab ulangan 7:3, umat Nasrani juga dilarang untuk menikah dengan yang berbeda agama. “Dalam UU No 1 tahun 1974 pasal 2 ayat 1 juga disebutkan bahwa: “Pernikahan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.” Gereja katolik pun bertandas pada Hukum Gereja Katolik (c.1086, 1142) “Perkawinan beda agama tidaklah sah, kecuali ada ijin uskup”. Perkawinan beda agama dalam gereja katolik membolehkan pihak non-katolik tetap dengan agamanya sendiri, namun pihak non katolik harus mengijinkan anaknya dibaptis Katolik.

Baca ini:  Batu Safir dan Cara Memilihnya

Rupa-rupanya ditanah air pernikahan beda agama kurang didukung bahkan tidak diperbolehkan. Tapi jika anda tetap ngotot, mungkin anda bisa mengunjungi Yayasan Wakaf Paramadina (Jakarta) yang mana adalah sebuah lembaga keagamaan Islam yang berkeimpung dalam hal keagamaan dan sosial. Kami mendengar yayasan ini bisa menikahkan pasangan beda agama dengan dua kali upacara secara dua agama.

Saya tidak mau menjalani upacara pernikahan agama dia, itu sama saja mengakui agamanya, lalu bagaimana? Mudah, berangkat saja keluar negeri terdekat! Australia, Singapura atau Hongkong! Namun walaupun begitu penulis tidak mensarankan pernikahan beda agama dan menegaskan untuk menghindarinya, baru kalau kepepet (dengan alasan diatas) kemudian bisa dimaklumi, tapi pikirlah matang matang jika mau melangsungkan pernikahan beda agama karena bisa saja ada seribu ujian yang menerjang setelahnya.

One thought on “Solusi Seputar Pernikahan Beda Agama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *